Free Web space and hosting from freehomepage.com
Search the Web


SASTRA BUAT TUHAN

TENTANG SITUS INI

ANOTOLOGI CERPEN

ANTOLOGI PUISI

SURAT SURAT ISTIMEWA

PANORAMA

KONTAK

FOTO ARSIP

ANTOLOGI PUISI


YANG

 

Yang datang saat aku sepi

Yang menyinari saat aku dalam gelap

Yang mendampingi saat aku menangis

Yang mengulur tangan saat aku tenggelam

Yang menghapus air mata saat mataku basah

Yang mengobati saat aku lagi luka

Yang memapah saat aku lumpuh

Yang menengok saat aku sakit

Yang menjaga saat aku sehat

Yang merangkul saat aku takut

Yang memeluk saat aku cemas

Yang mengingatkan saat aku lupa

Yang menegur saat aku khilaf

Yang membangunkan saat aku lelap

Yang mengantar saat aku berangkat

Yang menyambut saat aku datang

Yang merasakan saat aku sedih

Yang menyenangkan saat bertemu

Yang mengenang saat berdoa

KAU-lah yang datang

 

(Surabaya, Juni 1993)

Di Balik Dinding Itu Ada Rahasia

                                                                      Untuk BULAN

 

di balik dinding-dinding itu

ada warna-warna

ada endapan suara-suara

mengendapkan kenangan maha indah

tak ada yang tahu

hanya seorang yang telah lama meninggalkannya

tak ada yang ‘kan menengok-nengoknya lagi

karena tak ada yang berani terluka

tak ada yang ‘kan membuka-bukanya lagi

selain terkelupas

                            sendiri

                                              oleh

                                                          takdir

di balik dinding-dinding itu

ada rahasia-rahasia

yang menyimpan gerak-gerak

yang menyimpan getar-getar lembut

menguatkan pori-porinya semakin kukuh

tak ada yang menyentuhnya

hanya seorang yang setia menikmati sakit maha indah

tak ada yang kan menyentuhnya lagi

karena tak ada yang mampu merobohkannya

selain rubuh

                      sendiri

                                  oleh

                                              takdir

(Malang, Mei 1999)

BENING II

 

Embun,

Sudah menjadi nasibnya

Hidup dan mati berkali-kali

Kerling matanya adalah cahaya keindahan

Kesejukannya adalah obat bagi pori-pori hayat

Kejernihannya memberi nuansa kebeningan nalar

Kemungilannya memberi hajat bagi kekerdilan

Mungkin sudah jadi garisnya

Sunnah Tuhan berlaku

Angin menggelindingkannya dari kelopak bunga keharuman

Dari daun tempatnya bertahta

Debu meracuninya dengan mengocok mata-matanya

Melamurkan kebeningan, mengoyak keindahan, merusak warna jernihnya

Panas juga tak memberinya peluang lama-lama hidup

Selain sedini hari

Ada dan tiada adalah nasibnya

Hujan pun tidak membuatnya lebih jernih

Malah memperkosa kesendiriannya menjajah  kemerdekaannya

Lagi-lagi sudah nasibnya hidup dan mati berkali-kali

Tiada henti

Bila hakikatnya tiada

 

Siapa yang akan mengobati mata

Yang akan menenteramkan dada

Yang akan menyuburkan kepala

Yang akan membiaskan cahaya pagi

Yang akan menurunkan ilham dari langit

Yang akan menyimpan misteri manusia

Yang akan menampung rahasia samudera

Yang akan menyiram ruh

Yang akan mengingatkan manusia kepada Tuhan

Siapa?

 

Siapa yang kan bertahta di dalam kedamaian

Yang akan menari gembira menyambut pagi

Yang akan turun dari langit membawa segala rahasia

Yang akan menguapkan derita segala masalah

Yang akan menampakkan kebenaran

Yang akan membulatkan semangat

Yang akan mengerlingkan tanda tanya

Siapa?

 

Bening adalah salah satu sifatnya

Dia tidak akan pernah keruh

Tidak akan pernah berdusta

Tidak akan pernah menutup diri

Tidak akan pernah pelit

Tidak akan pernah bersembunyi

Karena semua itu melawan sifatnya

Bila sifat itu tiada

Dia tiada

 

Sejuk adalah salah satu sifatnya

Dia tidak akan pernah cupet

Tidak akan pernah gelidah

Tidak akan pernah lusuh

Tidak akan pernah jahat

Tidak akan pernh jadi api

Karena semua itu melawan sifatnya

Bila sifat itu tak terpenuhi

Dia takkan pernah ada

 

Bulat adalah salah satu sifatnya

Dia tidak akan pernah ingkar

Tidak akan pernah patah

Tidak akan pernah bimbang

Tidak akan pernah cerai berai

Tidak akan pernah pecah

Tidak akan pernah sepi

Karena semua itu melawan sifatnya

Bila sifat itu terkalahkan

Dia akan berakhir

 

Misterius adalah salah satu sifatnya  

Dia tidak akan pernah kekurangan

Tidak akanpernah kehilangan

Tidak akan pernah jemu menyimpan rahasia

Tidak akan pernah jenuh menurunkan kabar

Tidak akan pernah luput tentang sesuatu

Tidak akan pernah penuh menampung segalanya

Karena semua itu sifatnya

Bila sifat itu hilang dia takkan pernah datang

 

Menguap adalah salah satu sifatnya

Dia tidak akan pernah lama bertahta

Tidak akan pernah habis menyimak

Tidak akan pernah bosan mengaji

Tidak akan pernah menyalahkan takdir

Tidak akan pernah letih mengadukan keluhan

Tidak akan pernah berhenti berbincang

Tidak akan pernah kehilangan sayap

Karena semua itu melawan sifatnya

Bila sifat itu tak pernah dia punya

Dia tak pernah akan ada

 

(Malang, Februari 1999)

Ya RasululLah

 

Yang lemah lembut memimpin tetangga

Yang ahli dalam menderma dan bermurah hati

Yang sebaik-baik makhluk

Yang suci dari dosa

Yang bagaikan bintang bercahya

Yang nurnya meninggikan derajat Adam

Yang menghindarkan Nuh dari bahaya topan

Yang memberikan kekuatan kepada Ibrahim

Yang di belakangnya terdapat tanda kenabian

Yang perintahnya dipatuhi awan

Yang dahinya cemerlang dan berambut hitam

Yang hidungnya mancung alif

Yang mulutnya seperti mim

Yang keningnya melengkung nun

Yang mendengar gerit kalam Lauh Mahfud

Yang pandangannya tembus ke langit tujuh

Yang harum tapak kakinya penyembuh unta

Yang diimani binatang Dhab

Yang pohon-pohon bersalam dengan hormat

Yang batu-batu berbicara kepadanya

Yang batang kurma menangis ditinggalkannya

Yang kedua tangannya tampak berkah

Yang hatinya tidak pernah tidur

Yang memaafkan bila disakiti

Yang diam bila dimusuhi

Yang berbicara dengan Allah tanpa penghalang

Yang melakukan Isra’ di malam hari

Yang hanya Allah penghiburnya

Yang menjadi rahmat bagi sekalian alam

Yang menjadi penghulu para nabi

Yang mulia keturunannya

Yang lurus perjalan hidupnya

Yang Allah dan malaikat bersolawat kepadanya

Yang ilmu seluas laut

Yang tutur katanya adalah al Qur’an

Yang nurnya tercipta dua ribu tahun sebelum Adam

Yang yang lahirnya di Makkah

Yang hijrahnya di Madinah

Yang ummatnya sebaik-baik ummat

Yang sepertiga ummatnya tanpa hizab ke surga

Yang diciptakan sebelum segala sesuatu tercipta

Yang memenuhi alam dengan nurnya

Yang arsy pun bergoncang karena kelahirannya

Yang lahir dalam keadaan bersujud

Yang lahir dalam keadaan berkhitan

SubhanalLah

 

Ya RasululLah, salam alaika!

 

(Malang, Agustus 1999)


Yang Menggoda Untuk Mencinta

 

Bila semua sudah tiada

Baru terasa berarti

Bila semua telah hilang

Baru terasa hadir

Bila semua sudah sunyi

Baru terasa lengkap

Bila semua telah usai

Baru terasa genap

Tapi apa yang pernah ada, tiada

Yang pernah datang, hilang

Hanyalah perjalanan

Yang takkan ada perjalanan itu sendiri

Kecuali melalui dan meninggalkan tapakan kaki

Tapi apa yang pernah ada tiada

Yang pernah datang hilang

Hanyalah samudera kasih-Nya

Yang takkan ada kasih-Nya itu

Kecuali selalu menggoda untuk mencinta

 

(Sumenep, Oktober 1994)