Free Web space and hosting from freehomepage.com
Search the Web


SASTRA BUAT TUHAN

TENTANG SITUS INI

ANOTOLOGI CERPEN

ANTOLOGI PUISI

SURAT SURAT ISTIMEWA

PANORAMA

KONTAK

FOTO ARSIP

PANORAMA

aSSALAMUALAIKUM
Tuhan menciptakan langit berikut benda-bendanya yang bertaburaan tapi ajeg dengan pergantian malam dan siang untuk menyembunyikan atau menerbitkan bintang-bintang, semua diperuntukkan manusia.
Tuhan Maha Memelihara berbagai binatang dan tumbuhan di muka bumi dengan berbagai bentuk, rupa, warna, dan rasa, pun semua untuk manusia.
Tuhan menjadikan manusia di muka bumi dengan perbedaan jenis kelamin daan beragam rupa daan karkter, juga untuk manusia yang lain. Semua akhirnya menuju pada satu hakikat bahwa semua yang ada di bumi dan langit wajib manusia pikirkan dan renungkan keberadaannya untuk bersubhanallah atas kesegalamahaan Tuhan. Hal demikian menjadi amanah karena manusia dilebihkan atas makhluk yang lain pada pikirannya.
Mereka mendapat nama : sastrawan. Yakni manusia yang dengan kelebihannya telah membuat hidup ini berarti dan indah karena penghargaan mereka pada kehidupan.
Situs ini dibangun pun unutk mengesan berbagai dinamika hidup. Yang terlihaat, yang terdengar, yang terabaa, yang terasa, atau yang terpikirkan. Semua menjadi sajian yang layak atau tidak layak untuk dinikmati, tapi yang pasti sudah mencoba terkomunikasikan. Semua untuk Anda. Karena semua untuk Anda, akhirnya pun semua kembali kepada Hidup ini singkat, tapi dengan kesingkkatannya adakah yang membuat kita berarti? Atau hanya lewat begitu saja seperti angin? Ternyata hidup manusia dengan dikaruniai pikiraan dituntut untuk berinisiatif. Inisiatif untuk mandi, makan, minum, berolah raga, melanjutkan keturunan, hidup berkecukupan, atau bercita-cita menjadi presiden atai jadi kiai. Ternyata manusia hidup bukan untuk mempertahankan hidup seperti layaknya makhluk yang lain, tapi lebih dari itu manusia hidup untuk membuat hidupnya berarti bagi dirinya, oraang lain dan Tuhannya. Panjang pendeknya umur bukan lagi menjadi kebutuhan, tapi lebih menekankan pada kualitasnya. Tidak penting lagi berapa lamakah manusia akan hidup, tapi apa yang harus diperbuatnya untuk kehidupan yang kekal nanti.
Dalam perjalanannya mengisi hidup, manusia berhaadapan dengan berbagai macam kesulitan dan beban hidup yang harus disikapi dan dijawab dengan tindakan. Akhirnya semua itu melahirkan curahan hati dan keluhan yang bermuara kepada Tuhannya. Dimulailah kemudian inisiatif untuk mengabadikannya melalui tulisan, salah satunya pada situs ini. Ada yang menyebut narasi, deskripsi, eksposisi, dan argumentasi. Semua adalah hanya saatu bentuk wacana. Maka terbitlah Idrus dengaan keistimewaan narasinya, Chairil Anwar dengan puisinya, Mochtar Lubis dengan esainya, dan Rendra pada teaternya. Mereka menjadi harum karena mengabadikan perjalanan hidup manusia. Tuhan.
Wassalamualaikum.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image